Pemimpin Yang Melayani
Bagi sebagian
besar pemimpin di Indonesia, kepemimpinan sering diartikan sebagai jabatan
formal yang memiliki konsekuensi medapatkan fasilitas dan pelayanan.Meskipun
banyak di antara pemimpin atau pejabat yang ketika dilantik mengatakan bahwa
jabatan adalah sebuah amanah, namun dalam kenyataannya sedikit sekali
atau bisa dikatakan hampir tidak ada pemimpin yang sungguh-sungguh menerapkan
kepemimpinan dari hati, yaitu kepemimpinan yang melayani.Semua orang merasa
sepakat bahwa yang mesti dipilih sebagai pemimpin mestinya adalah kandidat yang
memenuhi criteria pemimpin sejati.
Kepemimpinan
sejati sering dikaitkan dengan kesempurnaan dalam berbagai hal, memiliki
integritas, track record yang baik dalam pekerjaan, bertanggung jawab, visioner
dan futurist, mampu mengakomodasi kepentingan yang berbeda, tidak rasialis, dan
yang lebih penting lagi adalah memiliki keimanan yang diimplementasikan dalam
kehidupan sehariannya.Semua hal ini dipadatkan dalam fungsi pelayanan, yakni
melayani masyarakat yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan bersama yang
dicita-citakan.
Pemimpin yang
ideal adalah pemimpin yang bersedia menjadi pelayanan masyarakat, bukan
justru minta dilayani oleh masyarakat seperti yang selama ini banyak
terjadi.Karakter moral Islami masyarakat seorang pemimpin harus memenuhi
criteria perilaku Islami seperti Shidiq (jujur), Amanah (bertanggung jawab),
Tablig (menyampaikan apa yang harus disampaikan) dan Fathonah
(cerdas).Kepemimpinan dianggap sebagai kontrak psikologis antara pemimpin
dengan para pengikutnya yang menjamin bahwa dia (pemimpin) akan berusaha sebaik
mungkin untuk membimbing, menjaga dan memperlakukan mereka secara adil.Dua
peran utama dalam kepemimpinan menurut perspektif Islam adalah pemimpin sebagai
pelayanan (servant leader) dan pemimpin sebagai pelindung/wali (guardian
leader).
Sumber:
Fuad Nashori, 2009, Psikologi Kepemimpinan, Penerbit Pustaka Fahma,
Yogyakarta, hal. 1-4.
Kesimpulan
Dari
pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan sering diartikan sebagai
jabatan formal yang memiliki konsekuensi medapatkan fasilitas dan pelayanan.
Dan Kepemimpinan sejati sering dikaitkan dengan kesempurnaan dalam
berbagai hal, memiliki integritas, track record yang baik dalam pekerjaan,
bertanggung jawab, visioner dan futurist, mampu mengakomodasi kepentingan yang
berbeda, tidak rasialis, dan yang lebih penting lagi adalah memiliki keimanan
yang diimplementasikan dalam kehidupan sehariannya.
Pemimpin
yang ideal adalah pemimpin yang bersedia menjadi pelayanan masyarakat,dan
kepemimpinan dianggap sebagai kontrak psikologis antara pemimpin dengan para
pengikutnya yang menjamin bahwa dia (pemimpin) akan berusaha sebaik mungkin
untuk membimbing, menjaga dan memperlakukan mereka secara adil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar